Friday, August 8, 2014

Buat Kamu

Teruntuk seseorang yang jauh disana

Dalam tulisan ini, aku hanya akan sedikit berbagi cerita. Ceritaku untukmu, bukan untuknya dan bukan pula untuk  mereka, hanya KAMU.

Berawal dari sebuah pertemuan. Tak pernah disangka apalagi direncanakan. Namun, semuanya seperti telah diatur dengan sangat rapi layaknya kisah cinta dalam drama romansa. Indah seperti  tak ada cela dalam kisah pertemuan singkat itu. Tiada bukan, sutradara paling profesional diantara semua sutradara terkenal di seluruh jagat raya-lah yang telah menyusun skenario itu. Siapakah dia?

Benar, dialah Tuhan. Allah Yang Maha Segalanya. Penentu segala yang akan terjadi dalam perjalanan hidup manusia. Tidak hanya satu manusia, melainkan milyaran makhluk yang ada di jagat raya. Dia-lah yang menentukan takdirnya. Dan salah satu dari sekian yang menjadi takdirNya adalah KAMU dalam pertemuan itu.

Pertemuan sederhana itu, hanya membawa ingatan atas nama. Bukan wajah, perawakan, sifat, hobi atau yang lain layaknya perkenalan. Hanya sebuah nama yang tanpa sadar, bergerak layaknya angin. Semilir dan sesekali bergemuruh. Memberikan bisikan-bisikan tak terlihat yang hanya bisa dirasa. Hingga suatu ketika, takdir Tuhan membawa pemilik nama berada dalam sebuah pertemuan. Untuk yang kedua kalinya.

Apa KAMU menyangka bahwa pertemuan kali ini istimewa? Tidak, kali ini pertemuan itu jauh berbeda dengan pertemuan yang lalu. Tak ada perkenalan. Tak ada jabat tangan. Tak ada bertanya kabar apalagi canda tawa. Hanya bertemu layaknya dengan orang asing dari negeri seberang. Lewat dan berlalu. Ditambah dengan kabar tentang apa yang sedang menjadi tujuan hadirnya KAMU. Rasa tidak suka, semakin mengakar kuat. Berharap terhindar dari manusia macam KAMU.

Suatu ketika, entah takdir apa yang membuatmu datang dan melayangkan sapa. Memberikan ucapan dan doa, atas takdir yang membawa manusia sepertiku lahir ke dunia.

Senangkah? Bahagiakah? Banggakah? Tidak. Karena rasa ingin mengindari KAMU begitu besar. Hanya bersyukur karena ingatan tentang nama ternyata masih ada.  Padahal menurut logikaku, tidak akan pernah diingat apalagi dikenang. Dan mungkin, nama itu juga tak akan muncul lagi jika tak ada “kiriman” dari seorang untukmu yang mengingatkanmu akan nama itu.

Dan kala itu, KAMU membuat penasaran untuk pertama kalinya. Hingga setelahnya rasa penasaran itu semakin menjadi dengan adanya hal-hal yang menurutku aneh dikarenakan KAMU tahu. Hampir segalanya, tentang sejarah berdirinya aku. “bagaiamana bisa”.

KAMU mengenalku seperti sudah pernah hidup denganku dalam beberapa tahun terakhir dalam takdir perjalanan hidupku. Jangankan tentang nama, sekolah, keluarga sampai pada “dia”. KAMU mengetahuinya. Hingga pernah suatu ketika kalimat itu terucap. “tak ada yang bisa disembunyikan”.

Semua analisa tentang aku. KAMU tahu. Paling parah menurutku adalah, semua penyebab, alasan dan faktor yang ada dalam setiap masalah yang kupunya. KAMU tahu. “speechles”. Ya, aku menyerah untuk itu.

KAMU adalah orang yang ku anggap hebat. Punya kemampuan, loyal dan profesional di bidangnya. Hidup dalam logika dan pemikiran-pemikiran tentang bagimana meraih tujuan. Tak ada kata menyerah dalam kamus KAMU menurutku. Jangankan keluh, kurasa tak ada masalah yang tak selesai dengan baik ditanganmu. Cerdaskah? Pintarkah? Kuatkah? Benar memang KAMU cerdas, pintar dan kuat, hanya satu yang menjadi jarak diantara aku dengan KAMU.

KAMU tak ada “disini”.

Kala itu, hati telah terkunci. Sekuat apapun orang berusaha mendobraknya, tak ayal. Mereka terpental lalu menghilang. Hanya meninggalkan goresan di pintu bersegel yang bertuliskan peringatan. “Pergi dan Menjauhlah”.

KAMU datang dan meyakinkan. Pintu itu ada untuk dibuka. Dan saat itu mungkin memang adalah saat yang tepat atau bisa jadi, kala itu adalah hari keberuntungan buat KAMU. Segelnya perlahan berkarat, retak juga rapuh hingga membuat kekuatan mantranya melemah.

KAMU datang disaat yang tepat. Bukan, lebih tepatnya adalah. KAMU telah ditakdirkan oleh-Nya untuk bertemu dan berhasil membuka segel pintu yang penuh dengan mantra mistis itu. Kuakui, KAMU telah berhasil membuatnya menunjukkan, apa sebenarnya yang sedang dirahasiakan olehnya. Semua rahasia yang membuatnya menjadi beku. Semua hal yang membuatnya menjadi penuh misteri, penuh aura gelap dan penuh dengan ketakutan. Anehnya, KAMU juga yang telah behasil membuat dia merubah segalanya. Mencairkan kebekuan, menghapus misteri dan aura gelap sampai pada merubah ketakutan menjadi keyakinan. Itulah KAMU.

Ceritaku tidak sampai disini, karena ku ingin KAMU mengingatnya dalam diam.

3 comments:

  1. Balasan ini hanya utk cerita yg ini saja, bkn cerita yg sebelumnya atau cerita2 yang lain hanya utk cerita yg ini saja.
    Ya Allah, Duhai Pengasih Alam Semesta,
    Sesungguhnya dari perkenan-Mu-lah kami dipertemukan
    dari ungkapan cinta-Mu-lah keluarga kami bisa direkatkan

    Wahai Allah, Maha Pemeluk Kasih dan Pemberi Sayang,
    Engkau mendekap dan memampatkan alam atas kehendak-Mu
    Agar tautan jarak diantara kami menjadi sempit
    Agar rentang waktu melapangkan usaha kami untuk saling mendekat

    Ya Allah wahai Maha Pengasuh, asuhlah kami di dalam keindahan cinta-Mu
    Ya Allah wahai Maha Pengayom, ayomilah kami didalam melimpahnya perlindungan dan rizki-Mu
    Ya Allah wahai Maha Penuntun,
    tuntunlah perjalanan cinta kami
    menelusuri kebun ilmu kebenaran-Mu

    Limpahkanlah bekal cinta yang sejati dan abadi.
    Tenaga kasih sayang yang tanpa ujung.
    Keluasan jiwa yang seluas cakrawala.
    Untuk saling menampung.
    Untuk saling menjadi ruang.
    Untuk saling memuaikan penghormatan dan pemahaman

    ReplyDelete
  2. He mustbe very very miss you... even you in front of him

    ReplyDelete
  3. to Anonymous1: terima kasih atas doa indah yang diberikan untuk jadi penenang
    terima kasih atas semua motivasi yang jadi penguat untuk jadi hebat
    dan terima kasih atas takdirNya atas pertemuan antara aku dengan KAMU.
    semoga kelak Allah limpahkan kasih sayang untukNYA dan berikan yang terbaik untuk kehidupan selanjutnya.
    Yakin bahwa semua kan indah pada waktunya.

    to Anonymous2: Yap, here i miss him too. hehe ARIGATOU

    ReplyDelete